Monday, June 9, 2008

Pada Diri yang Rapuh

Keping kaca dalam genggaman
remuk menyatu dalam darah kental
menggelayut enggan jatuh
pada airmata yang melepuhkan kelopaknya
enggan tertumpah
tertahan karena pedihnya belum terjelaskan

       pada diri yang rapuh
yang kehilangan pinta
yang lupa berharap
       pada diri yang rapuh
yang enggan bertanya
yang malu pada sapan
       pada diri yang rapuh
kemana diri tertumpah
kepingmu telah menyatu
lukanya dalam tak lagi berbekas
pedihnya tinggalkan tanpa sayatan

darahkah
airmatakah
keduanya enggan tumpah
karena memang tak pantas
karena belum saatnya
karena jiwa masih percaya
karena jiwa masih milik jiwa
dan sisakan percaya
untuk berlupa

No comments: