Kenangan berjuntai menggelayut
menggurita kian mencekam
tak ada tanda di sana
sulit ku terka
sulit ku cerna
sulit ku memeluknya
entah apa pesannya
kian ku paksa
semakin jauh terasa
kian ku kejar
terplanting terlempar sia-sia
entah apa maunya
kenapa luka
kenapa duka
kenapa pahit
terasa
berbayang menakutkan
kenapa harus ada
jika tak ada jiwanya
kenapa begitu dekat
jika harus aku dihempaskannya
Dulu pernah kita akrab
saling bertutur dan berbagi
cengkrama tentang masa kini
yang dulu belum lagi nyata
kenapa tak kukenali kau di sana
kenapa tak ada aku di sini, sekarang
kenapa kulihat mereka dengan jelasnya
di sana
kemana mencari ....?
dalam ... mencekam
terhenti
langkahku tercekat
di jembatan yang tak pernah kulewati
terpaku tak bergerak
di jembatan yang tak pernah kulewati
terhenti.
(4 April 2004)
No comments:
Post a Comment