Tak ada lagi kemarahan
tak ada lagi ledakannya
terlalu lama kubangan kenikmatan
aku gauli
tak mampu aku kenali
Siapa awal segala petaka?
dimana aku kehilangannya?
Labirin dalam kegap
dan kompas berpenjuru banyak
peta usang yg lupa arah
dan aku di sana
berpijak bebatu rapuh
mendaki dinding tanpa ujung
Kelokan bertambah panjang
terus bergerak, berderak tanpa arah
berubah tanpa tanda
Kelokan demi kelokan
Lama
Jauh
Lebih
dan letih
Mampukah jiwa menunjukkan celah?
No comments:
Post a Comment