Lontaran batu neraka
menganga tepat di dada
hanguskan hati yang sisa tak sebarapa
mengecoh jiwa yang bodoh sejak mulanya
saat kukira nikmat itu
nukilan dongeng surga
cerita pengantar mimpi tidurku
Lontaran batu neraka
bersarang dan mencuri semua yg kupunya
merampas seluruh doa mama
meluruhkankan semua
ekor akar kecambah
yg nyaris keluar meski malu-malu
busuk sudah – impian bunga
layu pula kenangan
dan kisah yg belum sempat dimulai
Namun ...
penatnya akrab di sini
dan nikmatnya menyatu sudah
Batu neraka lebur dalam daging
nyatu jadi benulang
cair bersama darah yang enggan mengalir
menyumbat mampat telinga – pekak cinta
menyumpal mulut - menali lidah suci
menggumpal mata - mengaburkan tanda
Batu neraka darimana datangnya?
kini jadi raja
dan aku tetap enggan berpaling.
No comments:
Post a Comment